Ini Alasan Jam Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Ditentukan Lebih Cepat

Kompas.com - 08/01/2021, 11:07 WIB
Abu Bakar Baasyir (ABB) resmi menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (8/1/2021) sekitar pukul 05.21 WIB. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANAbu Bakar Baasyir (ABB) resmi menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (8/1/2021) sekitar pukul 05.21 WIB.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan, mantan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir tak dikenakan wajib lapor ke Kantor Balai Pemasyarakatan.

Abu Bakar Ba'asyir resmi menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (8/1/2021).

" Abu Bakar Ba'asyir bebas murni, tidak wajib lapor lagi di Pemasyarakatan," kata Rika kepada wartawan di depan gerbang Lapas Gunung Sindur, Jumat.

Baca juga: Detik-detik Abu Bakar Baasyir Bebas dari Lapas

Rika menjelaskan bahwa Ditjenpas sudah tak memiliki tanggung jawab lagi usai Abu Bakar Ba'asyir bebas dari Lapas Gunung Sindur.

Ia menyebut, setelah serah terima surat prosedur syarat pembebasan, penanganan terkait Ba'asyir diambil alih Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Tanggung jawab kami adalah sampai di sini. Selanjutnya mungkin ada tindak lanjut ataupun treatment dari pihak-pihak terkait," ujar dia.

Baca juga: Cerita di Balik Jeruji, Keseharian Abu Bakar Baasyir Sebelum Bebas

Menurut Rika, jadwal kepulangan Abu Bakar Ba'asyir dari Lapas Gunung Sindur sengaja dimajukan dari waktu jam kerja Lapas yakni, pukul 08.00 WIB.

Hal itu dilakukan sebagai pertimbangan situasi pandemi Covid-19, supaya tidak ada kerumunan orang atau massa yang bisa membahayakan warga sekitar Lapas.

Ia memastikan, penjemputan dari pihak keluarga juga menerapkan protokol kesehatan dengan cara rapid test antigen dan hasilnya negatif.

"Kita menghindari kerumunan, juga permintaan dari keluarga melalui pengacara untuk keluar lebih pagi supaya terhindar dari kerumunan," kata dia.

Baca juga: Kisah Sarjana MIPA yang Jadi Pemulung, Mengecewakan Ibu hingga Raih Kalpataru

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Sumedang, Tim SAR Temukan 2 Korban di Perumahan Pondok Daud

Longsor Sumedang, Tim SAR Temukan 2 Korban di Perumahan Pondok Daud

Regional
24 Nakes Tidak Datang Vaksinasi, Dinkes Pontianak Telusuri Identitas dan Alasannya

24 Nakes Tidak Datang Vaksinasi, Dinkes Pontianak Telusuri Identitas dan Alasannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Manggarai Timur Terapkan Belajar dari Rumah

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Manggarai Timur Terapkan Belajar dari Rumah

Regional
Rumah Korban Sriwijaya Air Dibobol Maling, Sepatu Hadiah ke Suami Tak Ikut Dijarah

Rumah Korban Sriwijaya Air Dibobol Maling, Sepatu Hadiah ke Suami Tak Ikut Dijarah

Regional
Pejabat di Babel yang Langgar Prokes Covid-19 Diancam Denda Rp 10 Juta

Pejabat di Babel yang Langgar Prokes Covid-19 Diancam Denda Rp 10 Juta

Regional
Fakta Gelombang Pasang Terjang Pantai Manado, Tinggi Capai 4 Meter hingga Masuk Parkiran Mal

Fakta Gelombang Pasang Terjang Pantai Manado, Tinggi Capai 4 Meter hingga Masuk Parkiran Mal

Regional
Kasus Mayat Balita dalam Plastik di Subang, Polisi Beberkan Soal Luka di Kemaluan Korban

Kasus Mayat Balita dalam Plastik di Subang, Polisi Beberkan Soal Luka di Kemaluan Korban

Regional
Pemberian Vaksin Dimulai Februari, Dinkes Kota Tegal Siapkan 13 Faskes dan 130 Vaksinator

Pemberian Vaksin Dimulai Februari, Dinkes Kota Tegal Siapkan 13 Faskes dan 130 Vaksinator

Regional
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Satgas Penanganan Covid-19

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Satgas Penanganan Covid-19

Regional
Penetapan Paslon Terpilih di Pilkada Kabupaten Semarang pada 21 Januari 2021

Penetapan Paslon Terpilih di Pilkada Kabupaten Semarang pada 21 Januari 2021

Regional
70 Makam di TPU Damanhuri Samarinda Rusak Diterjang Longsor

70 Makam di TPU Damanhuri Samarinda Rusak Diterjang Longsor

Regional
Raffi Ahmad Curhat ke Dedi Mulyadi: Berita Itu 'Digoreng' Orang yang Mau Jatuhin, Apes Banget

Raffi Ahmad Curhat ke Dedi Mulyadi: Berita Itu "Digoreng" Orang yang Mau Jatuhin, Apes Banget

Regional
Dedi Mulyadi: Saya Sudah Berulang Kali Minta Penambangan Hutan Penyebab Banjir Dievaluasi

Dedi Mulyadi: Saya Sudah Berulang Kali Minta Penambangan Hutan Penyebab Banjir Dievaluasi

Regional
Terpapar Corona, Sekolah di Kecamatan Kundur Barat Karimun Kembali Ditutup

Terpapar Corona, Sekolah di Kecamatan Kundur Barat Karimun Kembali Ditutup

Regional
BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Manado

BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Manado

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X