Terkait Dugaan Unsur Pidana dalam Kegiatan Rizieq Shihab di Bogor, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 27/11/2020, 10:13 WIB
Kawasan Puncak Bogor Jawa Barat dipadati jemaah simpatisan dari Front Pembela Islam (FPI) dalam menyambut kedatangan Rizieq Syihab pada Jumat (13/11/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANKawasan Puncak Bogor Jawa Barat dipadati jemaah simpatisan dari Front Pembela Islam (FPI) dalam menyambut kedatangan Rizieq Syihab pada Jumat (13/11/2020).

KOMPAS.com - Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes CH Patoppoi mengungkap sejumlah hasil penyelidikan sementara soal acara penyambutan Rizieq Shihab di Kabupaten Bogor.

Salah satu agenda kegiatan Rizieq saat itu adalah peletakan batu pertama di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Bogor.

Terbaru, polisi menemukan dugaan adanya unsur pidana dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Baca juga: Kasus Kerumuman Rizieq Shihab di Puncak Bogor, 12 Saksi Sudah Diperiksa, Tersangka Segera Ditetapkan

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Dugaan unsur pidana

Menurut Patoppoi, tim penyidik Polda Jabar menilai, kegiatan yang dihadiri lebih kurang 3.000 orang dinilai ada unsur pidana karena menghalangi penanggulangan wabah.

Dasar dugaan itu adalah pasal 14 ayat 1 dan 2 UU 4 Tahun 1984 tentang penanggulangan penyakit menular, dan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan dan Pasal 216 KUHP.

"Berdasarkan fakta tadi dan hasil gelar perkara, penyidik telah memutuskan bahwa telah ditemukan dugaan peristiwa pidana, bahwa upaya menghalang halangi penanggulangan wabah, dan penyelenggara kekarantinaan kesehatan sebagai dimaksud dalam pasal 14 ayat 1 dan 2 UU 4 tahun 1984 tentang penanggulangan penyakit menular," ucap Patoppoi

 

"Dan tindak pidana menghalang halangi penyelenggara kekarantinaan kesehatan, sebagaimana diatur dalam pasal 93 UU no 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, serta pasal 216 KUHP, sehingga diputuskan bahwasannya kegiatan penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan," tambahnya.

Baca juga: Benarkah Rizieq Shihab Sudah Swab Test seperti Klaim FPI?

2. Akibatnya, PSBB Kabupaten Bogor diperpanjang

Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Irwan Purnawan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/11/2020) membenarkan soal perpanjangan PSBB tersebut.

Menurutnya, salah satu dampak dari adanya kerumunan massa tersebut adalah yakni diperpanjangnya PSBB di Kabupaten Bogor selama 28 hari.

Hal itu dimulai sejak Kamis (26/11/2020) hingga Rabu (23/12/2020) berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 443/527/Kpts/Per-UU/2020.

"Kita lihat nanti selama 28 hari (PSBB) ke depannya mudah-mudahan tidak ada lagi kasus seperti kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor. Perpanjangan PSBB pra-AKB yang keenam ini jadi pembelajaran kita," katanya.

3. Barang bukti polisi

Ilustrasi CCTV lalu lintas. MAULANA MAHARDHIKA Ilustrasi CCTV lalu lintas.

Dalam kasus itu, polisi telah menaikkan kasus menjadi penyidikan. Hingga saat ini ada 12 orang saksi yang diperiksa dari 15 orang yang dipanggil.

Sementara itu, tiga orang lainnya mangkir. Polisi juga melakukan penyelidikan dari rekaman CCTV.

"Dan klarifikasi para saksi, kegiatan itu tidak membuat surat pernyataan kepada Satgas Covid untuk mematuhi prokes, dan dalam penyelidikan kita temukan diduga bahwa pemilik ponpes itu adalah HMR (Habib Muhammad Rizieq), yang didirikan sejak tahun 2012. Upaya imbauan oleh Satgas Covid tidak dipatuhi, jadi kegiatan tetap berlangsung," ucap Pattopoi.

"Penyidik juga menganalisa CCTV di TKP, dan menganalis kanal YouTube Front TV terkait dengan kegiatan di TKP atau di ponpes itu," tambah Patoppoi.

Baca juga: Rizieq Shihab Dirawat: Dari Masuk Ruang IGD sampai Diminta Tes Swab

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Satgas Penanganan Covid-19

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Satgas Penanganan Covid-19

Regional
Penetapan Paslon Terpilih di Pilkada Kabupaten Semarang pada 21 Januari 2021

Penetapan Paslon Terpilih di Pilkada Kabupaten Semarang pada 21 Januari 2021

Regional
70 Makam di TPU Damanhuri Samarinda Rusak Diterjang Longsor

70 Makam di TPU Damanhuri Samarinda Rusak Diterjang Longsor

Regional
Raffi Ahmad Curhat ke Dedi Mulyadi: Berita Itu 'Digoreng' Orang yang Mau Jatuhin, Apes Banget

Raffi Ahmad Curhat ke Dedi Mulyadi: Berita Itu "Digoreng" Orang yang Mau Jatuhin, Apes Banget

Regional
Dedi Mulyadi: Saya Sudah Berulang Kali Minta Penambangan Hutan Penyebab Banjir Dievaluasi

Dedi Mulyadi: Saya Sudah Berulang Kali Minta Penambangan Hutan Penyebab Banjir Dievaluasi

Regional
Terpapar Corona, Sekolah di Kecamatan Kundur Barat Karimun Kembali Ditutup

Terpapar Corona, Sekolah di Kecamatan Kundur Barat Karimun Kembali Ditutup

Regional
BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Manado

BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi Muncul di Pantai Manado

Regional
Alami Hipotermia di Gunung Muria, Pendaki Perempuan Asal Kudus Dievakuasi

Alami Hipotermia di Gunung Muria, Pendaki Perempuan Asal Kudus Dievakuasi

Regional
Jembatan Gantung di Desa Ini Putus akibat Banjir Bandang, Akses Lumpuh

Jembatan Gantung di Desa Ini Putus akibat Banjir Bandang, Akses Lumpuh

Regional
Usai Tukar Rumahnya Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Hidmat Akan Barter Lagi

Usai Tukar Rumahnya Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Hidmat Akan Barter Lagi

Regional
Cerita Banjir 2 Pekan di Jombang dan Protes Warga ke Bupati...

Cerita Banjir 2 Pekan di Jombang dan Protes Warga ke Bupati...

Regional
Para Penumpang Sriwijaya Air Itu Kini Telah 'Pulang'

Para Penumpang Sriwijaya Air Itu Kini Telah "Pulang"

Regional
Netizen Komentari Tanda Tangan KTP Syaiful Bahri: Dia Pengen Jadi Warga Konoha

Netizen Komentari Tanda Tangan KTP Syaiful Bahri: Dia Pengen Jadi Warga Konoha

Regional
Tangis Anak Polisi yang Jadi Korban Longsor Manado: Ayah, Saya Lapar, Buatkan Telur

Tangis Anak Polisi yang Jadi Korban Longsor Manado: Ayah, Saya Lapar, Buatkan Telur

Regional
Kecelakaan Maut Terjadi Lagi di Tol Pekanbaru-Dumai, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Maut Terjadi Lagi di Tol Pekanbaru-Dumai, Satu Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X