Mangkir karena Positif Covid-19, Bupati Bogor Kembali Akan Dipanggil Polisi

Kompas.com - 22/11/2020, 07:35 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

BANDUNG, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin, ketua RW dan pihak panitia penyelenggara acara peletakan batu pertama pesantren oleh Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, tak menghadiri undangan panggilan klarifikasi Polda Jabar pada Jumat (20/11/2020) kemarin.

Diketahui, polisi mendapatkan konfirmasi bahwa Ade Yasin dan ketua RW berhalangan hadir lantaran sakit. Namun polisi tak mendapat konfirmasi dari panitia penyelenggara.

Baca juga: Positif Covid-19, Bupati Bogor Sempat Dirujuk ke RSPAD

Untuk membuat terang kejadian yang menimbulkan kerumunan itu, Polda Jabar berencana memanggil kembali mereka Selasa (24/11/2020) pekan depan.

"Kita akan melakukan pemanggilan klarifikasi kedua nanti mudah-mudahan tanggal 24 November nanti rencana pemanggilan berikutanya," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Sabtu (21/11/2020).

"Pemanggilan ditunjukan kepada Bapak Ustaz Asep Agus Sofyan, kemudian bapak Habib Muhsid Alatas dan bapak RW, begitu juga dengan Ibu Bupati mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah sembuh," terang Erdi.

Apabila dalam pemanggilan kedua ini yang bersangkutan tidak datang, Erdi menyebut pihak kepolisian akan menunggu.

"Nanti kita tunggu dulu, intinya yang bersangkutan akan diundang untuk klarifikasi," ucapnya.

Seperti diketahui, Polda Jabar tengah melakukan pendalaman terkait kerumunan dalam kegiatan yang dilaksanakan di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang dihadiri Rizieq Shihab tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran protokol kesehatan

Sejumlah pejabat dan perangkat wilayah di Kabupaten Bogor dimintai klarifikasi terkait kegiatan tersebut.

Baca juga: Bupati Bogor Ade Yasin Akan Diperiksa Polisi Setelah Sembuh dari Covid-19

 

Dari 10 orang yang rencana dipanggil untuk diklarifikasi baru 8 orang yang sudah diklarifikasi Jumat (21/11/2020) kemarin.

"Dari keterangan kemarin sebagian besar menyatakan bahwa izin tidak ada, bahwa izin tidak ada lalu para pejabat pemda setempat sudah menyampaikan himbauan protokol kesehatan," ucap Erdi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

Regional
Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

Regional
Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Regional
Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Regional
Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Regional
Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Regional
Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Regional
Gara-gara Tercebur di Tambak, Pria Ini Terungkap Habis Nyabu

Gara-gara Tercebur di Tambak, Pria Ini Terungkap Habis Nyabu

Regional
Bupati Pekalongan Jelaskan Penyebab Banjir di Empat Kecamatan Belum Juga Surut

Bupati Pekalongan Jelaskan Penyebab Banjir di Empat Kecamatan Belum Juga Surut

Regional
Bupati Batang Izinkan Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Gelar KBM Tatap Muka

Bupati Batang Izinkan Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Tergiur Setiap Hari Dapat Rp 50 Juta, Dua Pria Ini Nekat Jual Sabu

Tergiur Setiap Hari Dapat Rp 50 Juta, Dua Pria Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

Regional
Adik Kandung Wagub Maluku Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Speedboat

Adik Kandung Wagub Maluku Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Speedboat

Regional
Suami Istri Pemilik 16 Anak Menikah Umur 11 dan 12 Tahun, Awalnya Ingin Sepasang, Malah Keterusan

Suami Istri Pemilik 16 Anak Menikah Umur 11 dan 12 Tahun, Awalnya Ingin Sepasang, Malah Keterusan

Regional
Peneliti Unair: Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Terdamparnya 52 Ekor Paus di Madura

Peneliti Unair: Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Terdamparnya 52 Ekor Paus di Madura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X