Reaktif Rapid Test, 17 Wisatawan di Puncak Bogor Diminta Putar Balik

Kompas.com - 29/10/2020, 14:36 WIB
Sejumlah petugas kesehatan menggelar kegiatan rapid test terhadap wisawatan yang mengarah ke Puncak Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah petugas kesehatan menggelar kegiatan rapid test terhadap wisawatan yang mengarah ke Puncak Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Sebanyak 17 wisatawan dinyatakan reaktif dari hasil rapid test massal secara acak di tiga lokasi berbeda di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Kamis (29/10/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan, 17 orang tersebut diminta untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Puncak Bogor.

Mereka juga diminta langsung putar balik ke rumah masing-masing untuk isolasi mandiri di rumah.

"Sementara ini ada 17 wisatawan luar Bogor yang dinyatakan reaktif," kata Mike di lokasi.

Adapun rapid test yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor itu dilaksanakan di tiga lokasi yakni Simpang Gadog Masjid Harakatul Jannah, Kantor Kecamatan Megamendung dan kawasan wisata Telaga Warna.

Sejumlah petugas kesehatan menggelar kegiatan rapid test terhadap wisawatan yang mengarah ke Puncak Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Sejumlah petugas kesehatan menggelar kegiatan rapid test terhadap wisawatan yang mengarah ke Puncak Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020).

Dari 1.000 rapid test kit yang disediakan, total wisatawan yang sudah diperiksa mencapai 250 orang. Pemeriksaan dilakukan secara acak.

Terkait 17 wisatawan yang reaktif, mayoritas berasal dari luar Bogor. Mereka juga langsung dilakukan swab test di tempat.

"Untuk hasil swab-nya kita akan kabarkan kemudian hari, tapi pendataan sudah kita lakukan by name dan by address," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

Regional
Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

Regional
Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Regional
Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Regional
Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Regional
Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Regional
Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Regional
Gara-gara Tercebur di Tambak, Pria Ini Terungkap Habis Nyabu

Gara-gara Tercebur di Tambak, Pria Ini Terungkap Habis Nyabu

Regional
Bupati Pekalongan Jelaskan Penyebab Banjir di Empat Kecamatan Belum Juga Surut

Bupati Pekalongan Jelaskan Penyebab Banjir di Empat Kecamatan Belum Juga Surut

Regional
Bupati Batang Izinkan Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Gelar KBM Tatap Muka

Bupati Batang Izinkan Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Tergiur Setiap Hari Dapat Rp 50 Juta, Dua Pria Ini Nekat Jual Sabu

Tergiur Setiap Hari Dapat Rp 50 Juta, Dua Pria Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

Regional
Adik Kandung Wagub Maluku Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Speedboat

Adik Kandung Wagub Maluku Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Speedboat

Regional
Suami Istri Pemilik 16 Anak Menikah Umur 11 dan 12 Tahun, Awalnya Ingin Sepasang, Malah Keterusan

Suami Istri Pemilik 16 Anak Menikah Umur 11 dan 12 Tahun, Awalnya Ingin Sepasang, Malah Keterusan

Regional
Peneliti Unair: Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Terdamparnya 52 Ekor Paus di Madura

Peneliti Unair: Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Terdamparnya 52 Ekor Paus di Madura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X