Puluhan Ribu Buruh Akan Demo di Depan Kantor Bupati Bogor

Kompas.com - 16/10/2020, 10:41 WIB
Ketika DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan sikap menolak  Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang baru resmi disahkan oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna belum lama ini di hadapan pedemo Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis. (8/10/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANKetika DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan sikap menolak  Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang baru resmi disahkan oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna belum lama ini di hadapan pedemo Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis. (8/10/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Buruh di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan kembali berunjuk rasa menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di pusat pemerintahan di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (16/10/2020).

Gerakan buruh ini akan melakukan aksi pawai atau longmars sampai ke depan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Longmars akan dimulai secara estafet di titik kumpul tiap-tiap perusahaan yang ada di kecamatan paling timur di Kabupaten Bogor, yakni mulai dari Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri Wanaherang, Citeureup dan terakhir di Cibinong.

Baca juga: Gunakan Berbagai Modus, Pimpinan Ponpes di Jambi Mencabuli Santriwati

Juru Bicara Serikat Pekerja Kabupaten Bogor Sukmayana mengatakan, rencananya longmars menuju Kantor Bupati dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, sambil menunggu massa buruh berkumpul dari setiap kecamatan.

"Iya betul kita akan aksi unjuk rasa siang ini dan titik kumpulnya di Pemda, diawali dengan shalat Jumat. Longmars sudah mulai start sekarang dan insha Allah jam 11 sudah standby," kata Sukmayana saat dihubungi, Jumat.

Sukmayana menyebut, estimasi peserta aksi berjumlah 20.000 buruh yang akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi penolakan omnibus law seperti yang dilakukan sebelumnya.

Baca juga: Alasan Bio Farma Ditunjuk CEPI untuk Produksi Vaksin Covid-19

Nantinya, unjuk rasa ini akan diawali dengan shalat Jumat berjemaah dan dilanjutkan doa bersama di titik kumpul aksi yang dipusatkan di Pemda Kabupaten Bogor.

Pada Jumat siang, aksi unjuk rasa akan dimulai dengan orasi aspirasi para buruh.

Selanjutnya, meminta Bupati Bogor Ade Yasin hadir di lokasi dan menyampaikan penolakan terhadap omnibus law.

"Kami tidak bisa menjamin aksi berjalan damai tanpa kekerasan. Tetapi kita akan usahakan agar aksi bisa dilakukan tanpa anarkis dan tetap mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan klaster Covid-19 baru," kata dia.

Baca juga: Pemuda yang Ditangkap Saat Demo di Sukabumi Diduga Alami Gangguan Jiwa

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X