PSBB di Kabupaten Bogor, Villa di Puncak Bogor Ditutup, Wisatawan Luar Daerah akan Dirazia

Kompas.com - 12/09/2020, 18:01 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin saat meluncurkan aplikasi Teman Sehat sebagai alat penelusuran kontak untuk melacak individu yang terdampak Covid-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin saat meluncurkan aplikasi Teman Sehat sebagai alat penelusuran kontak untuk melacak individu yang terdampak Covid-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin memilih untuk kembali memperpanjang masa PSBB pra-adaptasi kebiasaan baru (AKB) selama dua pekan atau sampai Selasa (29/9/2020).

Perpanjangan fase ketiga PSBB pra-AKB ini diambil karena seiring terus meningkatnya angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 serta untuk menindaklanjuti hasil rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Jabodetabek.

" Kabupaten Bogor memperpanjang PSBB pra-AKB menuju masyarakat aman dan produktif mulai tanggal 11 sampai dengan 29 September 2020," kata Ade yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/9/2020).

Baca juga: Kabupaten Bogor Catat Rekor Tertinggi Penambahan Kasus Covid-19

Aturan pembatasan itu sebagaimana tertera dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bogor No. 60 Tahun 2020 tentang PSBB pra-AKB.

Oleh sebab itu, dalam PSBB pra-AKB kali ini pihaknya lebih memperketat sejumlah aturan yang harus ditaati oleh semua masyarakat, pelaku usaha dan pelaku industri pariwisata yang bergerak dalam bidang penginapan.

Di dalam Perbup tersebut ada larangan aktivitas di vila karena hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh pemilik, sedangkan aktivitas homestay ditutup.

Alasannya, wisatawan dari Jakarta masih menjadikan Puncak, Bogor sebagai destinasi favorit, utamanya pada akhir pekan atau hari libur.

Baca juga: Perkenalkan Aplikasi Teman Sehat, Mencegah Corona di Kabupaten Bogor

Sehingga perlu memperketat akses masuk di wilayah perbatasan di masa PSBB pra-AKB ini.

"Ini salah satunya adalah untuk mendukung PSBB Jakarta, jadi tolong juga pintu keluar diketatin jangan hanya pintu masuk saja, karena yang dapat repotnya ya kita nanti. Kita juga satu-satunya yang tidak (zona) merah artinya jangan sampai akhirnya ngumpul di kita makanya kita ketatkan kembali lebih awal. Kalau ditutup awal otomatis keramaian berkurang," terangnya.

Pada masa PSBB ini, pusat keramaian seperti mal, kafe, hingga warung makan di Puncak Bogor dibatasi sampai pukul 19.00 WIB.

Kemudian untuk taman publik, kolam renang, bioskop, panti pijat, hingga panggung hiburan tidak diperbolehkan.

"Kemudian nanti juga segera tinggalkan tempat makan di atas (Puncak) karena Pemkab Bogor membatasi jam operasional sampai pukul 19.00 WIB," ujar dia.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

Regional
'Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal'  

"Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal"  

Regional
Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Regional
Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Regional
Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Soal Dangdutan yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Penjelasan Wali Kota ke Ganjar

Soal Dangdutan yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Penjelasan Wali Kota ke Ganjar

Regional
Adik Ratu Atut Paling Tajir pada Pilkada Serang, Ini Jumlah Harta Kekayaannya

Adik Ratu Atut Paling Tajir pada Pilkada Serang, Ini Jumlah Harta Kekayaannya

Regional
Produksi Jamu Siap Saji untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Produksi Jamu Siap Saji untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Regional
Kisah Syamsuddin Hilang 8 Hari di Hutan Perbatasan Malaysia, Dihantui Suara Hewan Buas, Ditemukan Lemas

Kisah Syamsuddin Hilang 8 Hari di Hutan Perbatasan Malaysia, Dihantui Suara Hewan Buas, Ditemukan Lemas

Regional
Kisah Cak In'am, Lewat Kedai Kopi Kenalkan Kebinekaan Indonesia kepada Eks Napi Terorisme

Kisah Cak In'am, Lewat Kedai Kopi Kenalkan Kebinekaan Indonesia kepada Eks Napi Terorisme

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X