Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor Tembus Lebih dari 1.000, Ini Sebabnya

Kompas.com - 09/09/2020, 22:05 WIB
Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor menggunakan pakaian hazmat membawa seorang pelanggar PSBB pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan tandu menuju pemakaman di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2020). Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan sanksi denda sebesar Rp100 ribu serta sanksi sosial yakni kewajiban membersihkan area makam, push up dan  tahapan prosesi pemakaman COVID-19, hal tersebut untuk memberikan efek jera bagi warga yang tidak menggunakan masker di tempat umum. ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYAPetugas Satpol PP Kabupaten Bogor menggunakan pakaian hazmat membawa seorang pelanggar PSBB pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan tandu menuju pemakaman di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2020). Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan sanksi denda sebesar Rp100 ribu serta sanksi sosial yakni kewajiban membersihkan area makam, push up dan tahapan prosesi pemakaman COVID-19, hal tersebut untuk memberikan efek jera bagi warga yang tidak menggunakan masker di tempat umum.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Hingga Rabu (9/9/2020), pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah mencapai 1.041 kasus dan pasien sembuh sebanyak 634 orang.

Ada tren penularan Covid-19 yang ditemukan pada klaster keluarga atau rumah tangga.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, tercatat klaster keluarga tersebar di 15 kecamatan dari total rincian 38 rumah tangga.

Baca juga: Jumlah Pasien Corona di Kabupaten Bogor Tembus Lebih dari 1.000 Orang

Adapun 15 kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Ciawi, Tamansari, Cibinong, Cileungsi, Gunung Putri, Klapanunggal, Jonggol, Bojonggede, Ciampea, Babakan Madang, Ciomas, Parung Panjang, Kemang, Sukaraja, dan Tajur Halang.

"Daftar per kecamatannya kan sudah dikirim, tinggal masukin tambahannya saja, jadi sementara datanya segitu," kata anggota Divisi Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Dede Agung Priatna, saat dihubungi Kompas.com.

Dede mengungkapkan, salah satu penyebab bertambahnya kasus Covid-19 saat ini karena terjadi penularan pada transmisi lokal atau tingkat terkecil rumah tangga.

Menurut dia, hal tersebut telah terjadi sejak awal bulan September 2020 atau setelah ditemukannya rekor tertinggi kasus positif Covid-19 yang dalam sehari sebanyak 34 orang.

"Sudah terjadi di dalam internal rumah tangga, artinya ada kontak erat komunitas terkecil, yaitu keluarga. Analisisnya bisa juga karena anggota keluarga menjadi OTG, tapi sudah terkonfirmasi positif, nah ini yang menjadi sumber. Cuma kan baru terdeteksi. Kalau dilihat potensi risiko peluranan meskipun kita merasa sehat, kita harus menganggap diri kita punya risiko, jangan tidak ada gejala," ucap dia.

Dede yang juga sebagai Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengingatkan agar kondisi ini tidak boleh dianggap enteng karena klaster keluarga sudah menjadi satu-satunya ancaman penggerak penularan.

Baca juga: 34 Kasus Covid-19 Dalam Sehari di Kabupaten Bogor, Mayoritas dari Klaster Keluarga

Dia meminta masyarakat Kabupaten Bogor untuk waspada dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan keluarga.

"Kalau keluarga saja sudah terkontaminasi, apalagi tempat umum. Logikanya begitu. Makanya, harus waspada kalau sudah tahu ada risiko penularan di keluarga, ya pakai masker dan itu sudah menjaga diri sendiri dan orang lain," ungkapnya.

"Sekarang kan di keluarga habitnya merasa tahu sama tahu, tapi enggak peduli apakah pernah ke luar. Jadi kedisplinan itu poin penting (supaya tidak masuk ke keluarga)," imbuh dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

Regional
'Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal'  

"Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal"  

Regional
Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Regional
Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Regional
Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Soal Dangdutan yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Penjelasan Wali Kota ke Ganjar

Soal Dangdutan yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Penjelasan Wali Kota ke Ganjar

Regional
Adik Ratu Atut Paling Tajir pada Pilkada Serang, Ini Jumlah Harta Kekayaannya

Adik Ratu Atut Paling Tajir pada Pilkada Serang, Ini Jumlah Harta Kekayaannya

Regional
Produksi Jamu Siap Saji untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Produksi Jamu Siap Saji untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Regional
Kisah Syamsuddin Hilang 8 Hari di Hutan Perbatasan Malaysia, Dihantui Suara Hewan Buas, Ditemukan Lemas

Kisah Syamsuddin Hilang 8 Hari di Hutan Perbatasan Malaysia, Dihantui Suara Hewan Buas, Ditemukan Lemas

Regional
Kisah Cak In'am, Lewat Kedai Kopi Kenalkan Kebinekaan Indonesia kepada Eks Napi Terorisme

Kisah Cak In'am, Lewat Kedai Kopi Kenalkan Kebinekaan Indonesia kepada Eks Napi Terorisme

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X