Rhoma Irama Nekat Nyanyi, Bupati Bogor: Kami Marah dan Kecewa

Kompas.com - 29/06/2020, 18:33 WIB
Raja dangdut Rhoma Irama saat menghadiri undangan hajatan sambil menyumbangkan beberapa lagu di hadapan masyarakat di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/6/2020) sore. Dok IstimewaRaja dangdut Rhoma Irama saat menghadiri undangan hajatan sambil menyumbangkan beberapa lagu di hadapan masyarakat di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/6/2020) sore.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Aksi Rhoma Irama yang menyanyikan lagu di atas panggung acara khitanan di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (28/6/2020) sore, menuai polemik.

Sebab, pelantun lagu begadang ini dinilai telah melanggar komitmen dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, sejak awal pihaknya sudah mengirimkan surat pembatalan konser musik kepada pihak penyelenggara.

Baca juga: Masuk Zona Hijau, Kota Sukabumi Siap Mulai Aktivitas di Sekolah

Dalam hal acara yang dimaksud adalah acara khitanan putra dari Abah Surya Atmaja.

Ade pun memastikan bahwa pihak penyelenggara sudah menerima surat peringatan tersebut, begitu pula dengan Rhoma Irama yang juga mengumumkan pembatalan konsernya melalui video.

"Tim sudah ke sana (kirim surat) dan mereka berkomitmen tidak akan melaksanakan, termasuk statement dari Rhoma Irama, jadi kita percaya itu," kata Ade kepada wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/6/2020).

Ade merasa kecewa dengan sikap Rhoma yang nekat bernyanyi di acara tersebut.

"Tetapi pada hari H mereka tetap tampil. Kita sebetulnya marah, kecewa juga, kenapa mereka melanggar komitmennya sendiri dan semalam kita sudah pantau untuk berusaha menghentikan dan akhirnya berhenti pukul 23.00 WIB," kata Ade.

Baca juga: Penumpang Lion Air Gagal Berangkat akibat Rapid Test Lamban

Sekalipun Rhoma hanya hadir sebagai tamu undangan, Ade menilai bahwa menyanyi di atas panggung bersama sejumlah artis lain tetap saja mengundang kerumunan.

Menurut Ade, apa yang dilakukan Rhoma tidak ada bedanya dengan menghibur seperti dalam konser.

Ade yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyayangkan sikap raja dangdut tersebut.

Apalagi, Rhoma merupakan tokoh dan artis dangdut yang sudah pasti menarik perhatian orang banyak.

"Apalagi orang Bogor Barat fansnya, jadi ketika tampil, apalagi menyanyikan lebih dari satu lagu, itu namanya show juga. Ditambah lagi ada Rita Sugiarto ada penyanyi lain, itu kan sama saja dalam show, ya kami kecewa dengan tidak komitmennya dia, baik penyelenggara juga," kata Ade.

Baca juga: Rhoma Irama dan Soneta Tidak Diizinkan Konser di Kabupaten Bogor

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 14 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 14 Juli 2020

Regional
Kontak Dekat dengan Pasien Covid-19, 16 Pedagang di Denpasar Tolak Jalani Tes Swab

Kontak Dekat dengan Pasien Covid-19, 16 Pedagang di Denpasar Tolak Jalani Tes Swab

Regional
18 Staf Puskesmas Banyu Urip yang Sempat Positif Covid-19 Sembuh

18 Staf Puskesmas Banyu Urip yang Sempat Positif Covid-19 Sembuh

Regional
Mulai Senin Kemarin, Warga yang Tidak Pakai Masker di Jabar Kena Denda Hingga Rp 150.000

Mulai Senin Kemarin, Warga yang Tidak Pakai Masker di Jabar Kena Denda Hingga Rp 150.000

Regional
Wali Kota: Solo Bukan Zona Hitam, namun Oranye Kemerahan

Wali Kota: Solo Bukan Zona Hitam, namun Oranye Kemerahan

Regional
Jelang Pilkada, Buku LKS untuk SMP Bergambar Wali Kota Padang

Jelang Pilkada, Buku LKS untuk SMP Bergambar Wali Kota Padang

Regional
878 Babi di Palembang Terserang ASF, Dokter Sebut Masih Layak Konsumsi

878 Babi di Palembang Terserang ASF, Dokter Sebut Masih Layak Konsumsi

Regional
Kedapatan Bawa Air Gun di Bagasi Motor, Remaja 17 Tahun Ditangkap

Kedapatan Bawa Air Gun di Bagasi Motor, Remaja 17 Tahun Ditangkap

Regional
295 Tenaga Kesehatan di Jatim Terjangkit Corona, 23 Meninggal

295 Tenaga Kesehatan di Jatim Terjangkit Corona, 23 Meninggal

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Akhirnya Hentikan Sekolah Tatap Muka di SD

Kabupaten Pesisir Selatan Akhirnya Hentikan Sekolah Tatap Muka di SD

Regional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi Nasional 5 Hari Terakhir, Ini Rahasianya

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi Nasional 5 Hari Terakhir, Ini Rahasianya

Regional
Ganjar Geram Solo Disebut Zona Hitam: Yang Hitam Itu Bajumu!

Ganjar Geram Solo Disebut Zona Hitam: Yang Hitam Itu Bajumu!

Regional
Jadi Muncikari Prostitusi Online, Mahasiswa di Yogyakarta Ditangkap Polisi

Jadi Muncikari Prostitusi Online, Mahasiswa di Yogyakarta Ditangkap Polisi

Regional
Saat RRI Surabaya Tak Mengudara karena Corona

Saat RRI Surabaya Tak Mengudara karena Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X