Gugus Tugas Akan Lakukan Pengetesan Massal Covid-19 di Stasiun Bogor

Kompas.com - 24/06/2020, 21:24 WIB
Antrean calon penumpang Kereta Rel Listrik ( KRL) Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Bogor pada Senin (22/6/2020) pagi masih sangat panjang, tetapi terlihat tertib dan rapi. Tangkapan Layar KompasTVAntrean calon penumpang Kereta Rel Listrik ( KRL) Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Bogor pada Senin (22/6/2020) pagi masih sangat panjang, tetapi terlihat tertib dan rapi.

BANDUNG, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat bakal menggelar operasi gabungan dan pengetesan Covid-19 di Stasiun Bogor dan Bojong Gede pada Jumat (26/6/2020) mendatang.

Pengetesan akan menyasar pelaku perjalanan di pintu-pintu masuk Jabar.

Langkah itu merupakan upaya pencegahan penularan virus dari wilayah lain (imported case).

Baca juga: Rhoma Irama dan Soneta Tidak Diizinkan Konser di Kabupaten Bogor

"Kami akan lacak di Stasiun Bogor dan Bojong Gede. Saat ini, kami terus melakukan persiapan operasi gabungan dan pengetesan masif," kata Koordinator Sub Divisi Pengawasan Massa dan Penegakan Aturan Dedi Taufik dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (24/6/2020).

Berdasarkan data yang diterima, menurut Dedi, pengguna moda transportasi kereta api di dua stasiun tersebut mencapai 250.000 orang per hari.

Untuk itu, pengawasan dan pengetesan dilakukan sebagai deteksi dini, mengingat Jabodetabek menjadi epicentrum penyebaran Covid-19.

Baca juga: Pakai Paspor Sunda Empire, 2 Wanita Ini 13 Tahun Ditahan Imigrasi Malaysia

Dedi menilai, operasi gabungan dan pengetesan masif efektif untuk mencegah perluasan sebaran Covid-19.

Berbagai pihak juga akan terlibat dalam pengawasan itu. Mulai dari gugus tugas provinsi, kabupaten/kota, TNI dan Polri, sampai operator KRL.

"Bagaimana kita mendeteksi awal, agar nanti yang mau masuk Jabar betul-betul dalam kondisi sehat. Karena wilayah Jabar sudah dalam kondisi yang lebih baik," ucap Dedi.

Baca juga: Cerita Sedih Istri Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Video Call Sebelum Penyerangan

Koordinator Sub Divisi Sterilisasi Fasilitas Publik Hery Antasari mengatakan, tes masif akan dilakukan secara acak.

Gugus Tugas Provinsi Jabar menyediakan 1.000-1.200 rapid test dalam operasi gabungan tersebut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X