Hasil Rapid Test Wisatawan Puncak Bogor Banyak yang Reaktif, Ini Kata Gugus Tugas

Kompas.com - 24/06/2020, 13:50 WIB
Sejumlah warga tampak mengikuti rapid test di Taman Wisata Matahari Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020) KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah warga tampak mengikuti rapid test di Taman Wisata Matahari Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Tim Gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor akan memperketat kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, setelah maraknya wisatawan dari Jakarta yang berlibur di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional.

Ditambah pada akhir pekan lalu ada 87 orang dinyatakan reaktif dari hasil  rapid test secara acak terhadap wisatawan yang mengarah ke atas puncak.

"Itu (test Covid-19) menjadi gambaran kepada wisatawan supaya mereka juga waspada tidak lagi ke puncak karena di situ banyak calon-calon positif (penularan)," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah saat ditemui Kompas.com usai rapat evaluasi di Cibinong, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Ada Rapid Test, Jalur Puncak Bogor Dipadati Kendaraan Pribadi

Syarifah menjelaskan, sebenarnya tempat wisata di kawasan puncak masih tutup, namun sejak sepekan terakhir jumlah wisatawan terus meningkat terutama di pinggir jalan sambil berlibur menikmati kebun teh.

Atas kondisi itu, kata dia, pihaknya akan terus memperketat pemeriksaan di tempat kerumunan tersebut.

"Pada saat itu tempat wisata memang ditutup jadi mereka (wisatawan) kemarin itu berliburnya di pinggir jalur puncak di kebun teh itu dan tempat parkir. Nah polisi sudah memetakan termasuk daerah-daerah kemarin itu. Jadi akan dijaga lebih ketat akhir pekan depan," bebernya.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak mungkin mengambil kebijakan dengan cara menutup kawasan Puncak Bogor.

Baca juga: Rapid Test di Puncak Bogor, 13 Orang Reaktif Diputar Balik ke Jakarta

Pasalnya, kawasan puncak yang terdiri dari tiga kecamatan, Ciawi, Cisarua dan Megamendung ini merupakan pusat wisata yang terdiri dari ratusan hotel, restoran dan objek wisata lainnya.

Jika ditutup, tambah dia, maka akan banyak masyarakat lokal yang bekerja atau berjualan mengalami kerugian.

Alhasil, upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 ini pun kerap kali menjadi dilematis dan tentu pihaknya hanya baru bisa melakukan sosialisasi dengan cara memasang billboard atau poster tentang Covid-19 di tempat kerumunan tertentu.

"Jadi harus sudah mulai diinformasikan dan mulai dijaga itu (puncak) agar tidak berkumpul di tempat-tempat yang sebetulnya krodit banyak pengunjung seperti kebun teh," terangnya.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Positif Covid-19 Bertambah, Bupati Sumedang Kaji PSBB Ulang

Jumlah Positif Covid-19 Bertambah, Bupati Sumedang Kaji PSBB Ulang

Regional
Menyoal Status Zona Hitam di Solo

Menyoal Status Zona Hitam di Solo

Regional
Mantan Perangkat Desa Cabuli Gadis di Bawah Umur

Mantan Perangkat Desa Cabuli Gadis di Bawah Umur

Regional
 Dituduh Laporkan Judi, Psikolog Bodong Itu Lempar Al Quran

Dituduh Laporkan Judi, Psikolog Bodong Itu Lempar Al Quran

Regional
Ayah Hamili Anak karena Mirip Ibunya, Sang Anak Mengaku Berhubungan Suka Sama Suka

Ayah Hamili Anak karena Mirip Ibunya, Sang Anak Mengaku Berhubungan Suka Sama Suka

Regional
Musim Kemarau, Kekeringan Kembali Landa Gunungkidul

Musim Kemarau, Kekeringan Kembali Landa Gunungkidul

Regional
Sebulan Tidur Beralaskan Tikar di Lapangan, Turis Rusia Ini Segera Dideportasi

Sebulan Tidur Beralaskan Tikar di Lapangan, Turis Rusia Ini Segera Dideportasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Juli 2020

Regional
Main Lari-lari, Bocah Ini Terperosok ke Sumur Sedalam 21 Meter

Main Lari-lari, Bocah Ini Terperosok ke Sumur Sedalam 21 Meter

Regional
Korban Meninggal Banjir Bandang Luwu Utara Bertambah 10 Orang

Korban Meninggal Banjir Bandang Luwu Utara Bertambah 10 Orang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 14 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 14 Juli 2020

Regional
Kontak Dekat dengan Pasien Covid-19, 16 Pedagang di Denpasar Tolak Jalani Tes Swab

Kontak Dekat dengan Pasien Covid-19, 16 Pedagang di Denpasar Tolak Jalani Tes Swab

Regional
18 Staf Puskesmas Banyu Urip yang Sempat Positif Covid-19 Sembuh

18 Staf Puskesmas Banyu Urip yang Sempat Positif Covid-19 Sembuh

Regional
Siap-siap, Warga yang Tidak Pakai Masker di Jabar Kena Denda Hingga Rp 150.000

Siap-siap, Warga yang Tidak Pakai Masker di Jabar Kena Denda Hingga Rp 150.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X