Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor Melonjak, Zona Hijau Tinggal 2 Kecamatan

Kompas.com - 13/06/2020, 10:20 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah saat ditemui di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANJuru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah saat ditemui di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kasus positif Covid-19 bertambah 27 dalam tiga hari terakhir di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 telah mencapai 281 sejak diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah menyebut, penambahan 27 kasus positif Covid-19 ini terhitung sejak Rabu sampai Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Khawatir Muncul Klaster Baru, Bima Arya Minta Seluruh Pegawai di RS Bogor Rutin Rapid dan Swab

Rinciannya, sebut Syarifah, pada Rabu (10/6) terkonfirmasi ada delapan kasus tambahan positif baru.

Sehari kemudian, Kamis (11/6), jumlah kasus baru kembali melonjak drastis sebanyak 11 kasus positif Covid-19.

Sementara pada Jumat (12/6) kemarin, kembali ada penambahan kasus positif baru Covid-19 sebanyak delapan.

"Untuk kasus yang meninggal dunia ada lima, di antaranya 4 pasien dalam pengawasan (PDP) dan satu pasien positif Covid-19," ungkap Syarifah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6/2020).

Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Kota Bogor Paling Banyak Terjadi di Rumah Sakit

Saat ini, kata dia, total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor telah mencapai 281 pasien, di antaranya yang meninggal dunia sebanyak 16 kasus dan pasien sembuh ada 56.

Sisanya, pasien positif aktif atau masih dirawat di rumah sakit ada 207.

 

Sementara itu, data jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) kini menembus angka 1.726 orang dengan rincian 316 orang di antaranya berstatus PDP aktif atau yang masih diawasi.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.291 orang dinyatakan selesai atau sembuh dan sebanyak 119 orang dilaporkan meninggal dunia.

Bertambahnya jumlah PDP yang meninggal dunia lantaran pasien memiliki penyakit penyerta yang cukup berat.

Baca juga: Ojek Online Belum Boleh Angkut Penumpang di Bogor, Depok, dan Bekasi

Dia menambahkan, tren penambahan kasus positif Covid-19 ini juga membuat peta sebaran zona merah rawan penularan semakin meluas.

Dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, kata dia, hanya dua kecamatan yang masih zona hijau sejak kasus Covid-19 pertama kali masuk pada bulan Maret.

"Ada 24 (zona merah) sekarang dan yang zona kuning (kategori PDP) ada 14 kecamatan, kemudian untuk zona yang hijau dari dulu hanya dua yakni Kecamatan Tanjung Sari dan Tenjo," bebernya.

Baca juga: Ini Penyebab Pedagang Pasar Cileungsi Bogor Usir Tenaga Medis

Meski begitu, Syarifah juga tak menampik angka kesembuhan pasien masih sangat rendah karena ada beberapa prosedur yang harus dilalui supaya bisa benar-benar dinyatakan sembuh.

"Kita sih harapannya banyak yang sembuh, kenapa lambat karena ada protap untuk dinyatakan sembuh, harus dua kali tes swab, jadi periode 14 hari swab negatif itu baru sembuh," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X