Ceramah Berbau Provokasi dan Langgar PSBB, Seret Bahar bin Smith ke Gunung Sindur

Kompas.com - 20/05/2020, 03:40 WIB
Petugas tim gabungan menjemput terpidana kasus penganiayaan, Bahar bin Smith untuk membawanya ke Lapas Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (19/5/2020). Dokumentasi/Humas Ditjen Pemasyarakatan.Petugas tim gabungan menjemput terpidana kasus penganiayaan, Bahar bin Smith untuk membawanya ke Lapas Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (19/5/2020).

KOMPAS.com - Diduga ceramah mengandung provokasi, Bahar bin Smith yang baru saja menghirup udara bebas, kembali dijebloskan ke penjara.

Kali ini, Bahar harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (19/5/2020) dini hari.

Tak hanya itu, Bahar menempati sel khusus atau one man on cell (straf cell) Blok A yang didominasi oleh tahanan teroris.

Baca juga: Kena PHK dan Uang Habis, Sopir Bus Pulang Kampung Jalan Kaki 440 Km dari Jakarta ke Solo

Di blok tersebut, menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Mulyadi, para tahanan boleh dibesuk oleh siapapun, termasuk pihak keluarga.

"Benar Blok A kamar 9 (khusus napi teroris) sampai lebaran semua Napi tidak bisa dibesuk (termasuk dia)," ucap Mulyadi saat dihubungi Kompas.com.

Sementara itu, kuasa hukum Bahar, Aziz Yanuar, sempat memprotes kliennya ditempatkan di blok tersebut.

Baca juga: Bahar bin Smith Kembali Ditangkap

"Alasannya itu tadi kenapa di Gunung Sindur (tahanan teroris) kita enggak tahu karena tidak bisa masuk," kata Azis saat dikonfirmasi terkait perkembangan penangkapan kliennya.

"Hampir 50 orang lah tadi ikut aksi minta bebas atau paling tidak diijinkan kami pengacara dan keluarga bertemu tapi sampai sekarang tidak bisa," imbuhnya.

Ceramah dianggap berbau provokasi

Aziz mengatakan, penangkapan kliennya pada Selasa (19/5/2020) pukul 02.00 WIB tersebut, diduga terkait ceramah pada acara Sabtu (16/5/2020) malam.

"Kami menduga ini terkait ceramah Beliau, karena ceramah pada Sabtu malam itu menjadi viral dan sangat menyinggung penguasa," kata Aziz Yanuar kepada Kompas.com.

Namun, menurutnya, tudingan itu tidak berdasar dan subyektif. Pihaknya berencana akan melayangkan protes ke Kemenkumham.

"Ceramahnya yang telah beredar berupa video yang menjadi viral, dinilai dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan melanggar aturan PSBB dalam kondisi darurat Covid-19 Indonesia, dengan telah mengumpulkan massa (orang banyak) dalam pelaksanaan ceramahnya. Itu juga tak berdasar dan subyektif," jelasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Bahu Saya Sakit, Uang Saya Dicuri, Padahal untuk Beli Kain Putih'

"Bahu Saya Sakit, Uang Saya Dicuri, Padahal untuk Beli Kain Putih"

Regional
Dua Guru Meninggal Positif Corona, Dinas Pendidikan Pastikan SMPN 3 Jekulo Kudus Masih Belajar Daring

Dua Guru Meninggal Positif Corona, Dinas Pendidikan Pastikan SMPN 3 Jekulo Kudus Masih Belajar Daring

Regional
Banyak yang Terpapar Covid-19, Sri Sultan Ingatkan Kepala Daerah Hati-hati Saat Bertugas

Banyak yang Terpapar Covid-19, Sri Sultan Ingatkan Kepala Daerah Hati-hati Saat Bertugas

Regional
Rumah Mahfud MD yang Didemo Ratusan Orang Biasanya Ditempati Sang Ibunda

Rumah Mahfud MD yang Didemo Ratusan Orang Biasanya Ditempati Sang Ibunda

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Desember 2020

Regional
Kota Bandung Zona Merah, Kini Tidak Ada Toleransi bagi yang Tak Bermasker

Kota Bandung Zona Merah, Kini Tidak Ada Toleransi bagi yang Tak Bermasker

Regional
Ini Strategi Bali Tekan Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada dan Libur Akhir Tahun

Ini Strategi Bali Tekan Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada dan Libur Akhir Tahun

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 1 Desember 2020

Regional
Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan, Tetangga: Takut Ada Keributan

Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan, Tetangga: Takut Ada Keributan

Regional
Truk Tabrak 4 Kendaraan dan Gerobak di Sumedang, 1 Orang Tewas

Truk Tabrak 4 Kendaraan dan Gerobak di Sumedang, 1 Orang Tewas

Regional
Gubernur Riau Positif Covid-19, Awalnya Tak Enak Badan Usai Rapat dengan DPRD

Gubernur Riau Positif Covid-19, Awalnya Tak Enak Badan Usai Rapat dengan DPRD

Regional
Riwayat Kegiatan Wali Kota Malang Sebelum Positif Covid-19, Sempat Interaksi dengan Bupati Situbondo

Riwayat Kegiatan Wali Kota Malang Sebelum Positif Covid-19, Sempat Interaksi dengan Bupati Situbondo

Regional
Kisah Pilu Makmur, Tas Berisi Uang Hasil Mengemis Selama 1 Bulan Dijambret

Kisah Pilu Makmur, Tas Berisi Uang Hasil Mengemis Selama 1 Bulan Dijambret

Regional
Ganjar Minta Sekolah yang Jadi Klaster Covid-19 Ditutup

Ganjar Minta Sekolah yang Jadi Klaster Covid-19 Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X