7 Tahun Beraksi, Komplotan Curanmor Larikan 5 Motor Sehari, Jual Ribuan Kendaraan

Kompas.com - 15/10/2019, 15:21 WIB
Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menunjukkan barang bukti senjata tajam dan samurai yang dijadikan alat untuk melakukan tindak pencurian dengan kekerasan, di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANKapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menunjukkan barang bukti senjata tajam dan samurai yang dijadikan alat untuk melakukan tindak pencurian dengan kekerasan, di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (15/10/2019).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Anggota Polres Bogor menangkap tiga anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor dengan kekerasan di Kecamatan Nanggewer, Bogor, Jawa Barat.

Ketiga anggota komplotan ini berinisial, EF, MS dan JML.

Masing-masing pelaku memiliki tugas mencuri dengan cara merusak kunci kontak kendaraan menggunakan kunci letter T atau kunci palsu.

Pelaku bahkan tak segan-segan melukai korbannya dengan cara membacok apabila melawan.

Saat dilakukan penangkapan di sebuah kontrakan, dua pelaku ditembak karena melawan.

"Iya ini (pelaku) kita tangkap Minggu kemarin di kos-kosan (Bogor). Tiga-tiganya ditangkap disitu dan mereka berasal dari Sumatera, Lampung," ucap Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni saat konferensi pers pengungkapan kasus, di Cibinong, Bogor, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Kakek 61 Tahun di Jepang Curi 159 Sadel Sepeda karena Sadelnya Juga Dicuri

Joni mengatakan, komplotan ini adalah residivis dan sudah beraksi sejak 2012.

Tugas mereka ada yang melakukan pemetaan lokasi, mengambil kendaraan, pembawa senpi, dan sebagai joki.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya, Diduga Jatuh Saat Naik Truk ke Pangandaran, Ibu Syok

Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya, Diduga Jatuh Saat Naik Truk ke Pangandaran, Ibu Syok

Regional
Misteri Jenazah Bocah Bercelana SD Terungkap, Ini Penyebab Kematiannya

Misteri Jenazah Bocah Bercelana SD Terungkap, Ini Penyebab Kematiannya

Regional
Gempa Beruntun di Pulau Sumba, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Beruntun di Pulau Sumba, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
Bupati Buton La Bakry Positif Covid-19, Gugus Tugas: Beliau Karantina Mandiri

Bupati Buton La Bakry Positif Covid-19, Gugus Tugas: Beliau Karantina Mandiri

Regional
Ayah Perkosa Anak Tiri Sejak 2019, Polisi: Dilaporkan Bibinya, kalau Ibu Korban Malah Menutupi

Ayah Perkosa Anak Tiri Sejak 2019, Polisi: Dilaporkan Bibinya, kalau Ibu Korban Malah Menutupi

Regional
Bersepeda di Kali Cemplong, Gowes Sambil Wisata di Tengah Kota Malang

Bersepeda di Kali Cemplong, Gowes Sambil Wisata di Tengah Kota Malang

Regional
Pura-pura Tawar Karpet, Aksi Maling Dana Desa Rp 161 Juta Terekam CCTV

Pura-pura Tawar Karpet, Aksi Maling Dana Desa Rp 161 Juta Terekam CCTV

Regional
BERITA FOTO: Hujan Abu Pasca-Erupsi Gunung Sinabung

BERITA FOTO: Hujan Abu Pasca-Erupsi Gunung Sinabung

Regional
Identitas Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya Akhirnya Terungkap

Identitas Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya Akhirnya Terungkap

Regional
NTT Diguncang 3 Gempa Secara Beruntun, dari Magnitudo 5 hingga 5,5

NTT Diguncang 3 Gempa Secara Beruntun, dari Magnitudo 5 hingga 5,5

Regional
Terjadi Gempa Magnitudo 5 di Sumba Barat Daya

Terjadi Gempa Magnitudo 5 di Sumba Barat Daya

Regional
Aksi Pemuda Demak Menyambut HUT RI di Masa Pandemi

Aksi Pemuda Demak Menyambut HUT RI di Masa Pandemi

Regional
Pasca-Erupsi Gunung Sinabung, Empat Kecamatan Terkena Hujan Abu

Pasca-Erupsi Gunung Sinabung, Empat Kecamatan Terkena Hujan Abu

Regional
Dua Tahun Tak Terima Gaji, Elivina Guru Honorer: Nasib Kami Belum Merdeka

Dua Tahun Tak Terima Gaji, Elivina Guru Honorer: Nasib Kami Belum Merdeka

Regional
Kisah Elivina, 9 Tahun Jadi Guru Honorer Terima Gaji Rp 200.000 per Bulan

Kisah Elivina, 9 Tahun Jadi Guru Honorer Terima Gaji Rp 200.000 per Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X