Listrik Padam Se-Jabodetabek, Calon Penumpang KRL di Stasiun Bogor Terlantar, Minta "Refund" Tiket

Kompas.com - 05/08/2019, 06:22 WIB
Ribuan calon penumpang commuter line di Stasiun Bogor nampak berjejal paska pemadaman istrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Jabodetabek, Minggu (4/8/2019). RAMDHAN TRIYADI BEMPAHRibuan calon penumpang commuter line di Stasiun Bogor nampak berjejal paska pemadaman istrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Jabodetabek, Minggu (4/8/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Ribuan calon penumpang kereta commuter line atau KRL di Stasiun Bogor terlantar paska terjadinya pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Jabodetabek, Minggu (4/8/2019).

Pantauan Kompas.com, suasana sesak dan padat terlihat hampir di seluruh sudut Stasiun Bogor.

Ribuan penumpang yang hendak berpergian di libur akhir pekan ini terpaksa harus mengurungkan niatnya lantaran terganjal pemadaman listrik serentak.

Terlihat dua rangkaian kereta yang berada di dalam stasiun tak beranjak sedikitpun dari peron perlintasan sejak awal pemadaman.

Informasi yang didapat, para calon penumpang yang sudah memiliki karcis kembali menukarkannya dengan uang tunai atau refund. 

Baca juga: KRL Bogor-Jakarta Dipastikan Kembali Normal

Ribuan calon penumpang commuter line di Stasiun Bogor nampak berjejal paska pemadaman istrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Jabodetabek, Minggu (4/8/2019).RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Ribuan calon penumpang commuter line di Stasiun Bogor nampak berjejal paska pemadaman istrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Jabodetabek, Minggu (4/8/2019).

Petugas Pengawas Peron Stasiun Kereta Api Bogor Catur mengatakan, pihaknya hingga kini belum bisa memprediksi kapan listrik akan kembali normal.

Menurutnya, selama pemadaman berlangsung puluhan jadwal pemberangkatan terpaksa harus tertunda.

"Saya tidak bisa kasih keterangan lebih lanjut karena bukan kewenangan saya," kata Catur.

Ia menambahkan, pemadaman ini memberikan sejumlah dampak. Mulai dari terlantarnya penumpang, hingga terganggunya sejumlah jadwal pemberangkatan.

"Kalau untuk total pemberangkatan yang tertunda, kita tidak bisa informasikan. Yang jelas setiap 5 menit hingga 10 menit sekali, seharusnya rangkaian kereta berangkat," sebutnya.

Baca juga: Sejak Listrik Padam, 240 Perjalanan KRL Dibatalkan

Penjelasan PLN

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka menjelaskan, pemadaman terjadi lantaran Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya, mengalami trip atau gangguan.

Sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati (Off). Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin, yang berada di Cilegon juga  tengah mengalami gangguan.

Pemadaman juga terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Barat. Seperti Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor.

"Kalau untuk Jawa Barat pemadaman terjadi karenagangguan pada Transmisi SUTET 500 kV," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Saat Listrik Padam, Ada 500 Penumpang di 23 Rangkaian KRL

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X