Teka Teki Mangkraknya 300 Bus Transjakarta, Milik Perusahaan Pailit hingga Jadi Sorotan Warga

Kompas.com - 29/07/2019, 08:47 WIB
Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di lahan kosong, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (25/7/2019) Afdhalul IkhsanRatusan bus Transjakarta terbengkalai di lahan kosong, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (25/7/2019)

KOMPAS.com - Sebanyak 300 bus berlable Transjakarta yang mangkrak di Bogor dan Ciputat menjadi sorotan masyarakat, khususnya bagi warga sekitar. 

Perangkat desa di Bogor menelusuri dan akhirnya menemukan jawaban bahwa pemilik bus-bus di Kawasan Dramaga, Bogor, adalah perusahaan yang sudah dinyatakan pailit.

Sementara itu, Kepala Humas Transjakarta, Wibowo, ratusan bus yang terbengkalai di Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Ciputat dan kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor, bukan tanggung jawabnya. 

Namun Wibowo enggan untuk berkomentar jauh terkait masalah tersebut.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Milik perusahaan yang pailit

Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di lahan kosong, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (25/7/2019)KOMPAS.com/Afdhalul Ikhsan Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di lahan kosong, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (25/7/2019)

Keberadaan ratusan bus Transjakarta di Kawasan Dramaga, Bogor, sempat membuat warga sekitar dan perangkat desa setempat bertanya-tanya.

Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, Adi Henriyana mengatakan, bus-bus tersebut merupakan aset dari PT Adi Teknik Ecopindo yang berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga dinyatakan sebagai PT yang pailit.

Hal tersebut terungkap setelah Adi mengirimkan surat kepada pemilik bus dan mempertanyakan status bus tersebut.

"Jadi balasannya seperti itu, akan tetapi ini bukan suatu usaha hanya sebatas penyimpanan aset dari salah satu PT yang pailit dan sekarang dikuasakan kepada kurator Lumbang Tobing cs," ujarnya, Jumat (26/7/2019).

Selain itu, dari pengamatan Kompas.com, tampak pemberitahuan yang ditempel di depan kaca bus bertuliskan:

"Budel Pailit PT. Putera Adi Karyajaya (Dalam Pailit) sesuai putusan perkara no.21/PDT.SUS-Pailit/2018/PN. Niaga.jkt.pst, tertanggal 20 September 2018 dalam pengawasan kurator dan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat".

Baca juga: 300 Bus Transjakarta Terbengkalai di Bogor, Ini Penampakannya

2. Tak ada izin resmi ke kecamatan

Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).

Adi menjelaskan, PT ADi Teknik Ecopindo tersebut tidak memang perlu melakukan proses perizinan, lantaran pemilik lahan merupakan bagian relasi dari kurator tersebut.

Bus-bus itu disimpan di kawasan tersebut sebagai aset. Namun, kondisinya tak terawat dan berkarat.

"Surat yang disampaikan kepada kami, mereka ini tidak perlu melakukan proses perizinan. Hanya sebagai tempat penyimpanan barang-barang atau aset sebuah perusahaan yang dinyatakan pailit dan kebetulan pemilik lahan ini merupakan relasi dari kurator tersebut," ujarnya.

Baca juga: 300 Bus Berlabel Transjakarta yang Terbengkalai di Bogor Milik Perusahaan Pailit

3. Karatan, namun ada sebagian mesin masih bagus

Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).

Adi mengatakan, ratusan bus didatangkan secara bertahap sejak 2018. Rata-rata kondisi mesin masih bagus. Namun, kondisi bodi bus sudah berkarat dan rusak.

"Pada saat itu (2018) jumlah bus hanya 104 unit kemudian saat ini sudah mencapai sekitar 300 lebih. Sementara untuk kondisi busnya rata-rata masih ada mesin yang hidup tetapi dalam kondisi bodi rusak," terangnya.

Seperti diketahui, ratusan bus berlabel Transjakarta terbengkalai di dua lokasi, yaitu Bogor dan Ciputat.

Baca juga: Ini Dia Pemilik 300 Bus Berlabel Transjakarta yang Terbengkalai di Bogor

4. Berawal dari laporan warga

Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).

Keberadaan 300 bus Transjakarta di Bogor membuat warga sekitar resah. Warga pun segera melapor ke pihak kecamatan untuk menyelidikinya.

Adi membenarkan adanya laporan terkait keberadaan bus-bus tersebut dan segera ditindaklanjuti. Saat mendatangi kawasan tersebut, Adi hanya bertemu dengan penjaga lahan.

"Awalnya ramai laporan lalu kami mengirim surat kepada pemilik terkait keberadaan bus. Untuk Saat ini dikuasakan kepada kurator Lumban Tobing," ujarnya.

Baca juga: BERITA FOTO: Kuburan Bus Transjakarta di Ciputat yang Usang dan Terbengkalai

5. Tanggapan Humas Transjakarta

Tulisan Bus Transjakarta di bagian samping pun mulai pudar, Jumat (26/4/2019) KOMPAS.com/WALDA MARISON Tulisan Bus Transjakarta di bagian samping pun mulai pudar, Jumat (26/4/2019)

Keberadaan bus berlabel Transjakarta ternyata menjadi sorotan pihak Transjakarta.

Kepala Humas Transjakarta Wibowo menjelaskan, ratusan bus yang terbengkalai di Bogor dan Ciputata bukan milik mereka.

"Itu bukan milik Transjakarta. Bukan TransJakarta, sudah dipastikan. Saya enggak tahu milik siapa yang pasti itu bukan milik Transjakarta," ujar Bowo saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Hingga saat ini, bus yang sedianya menghiasi jalann Ibu Kota Jakarta, hanya jadi penghias lahan kosong dan menunggu dimakan waktu.

Baca juga: Nasib Puluhan Bus Transjakarta Usang yang Kini Dimakan Rumput Liar

Sumber: KOMPAS.com (Walda Marison, Afdhalul Ikhsan)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prasasti Keraton Agung Sejagat Hanya Batu Biasa, Desainnya Dicari di Google

Prasasti Keraton Agung Sejagat Hanya Batu Biasa, Desainnya Dicari di Google

Regional
Kabar Gembira, Gajah Sumatera Bernama Ngatini Hamil 4 Bulan

Kabar Gembira, Gajah Sumatera Bernama Ngatini Hamil 4 Bulan

Regional
Ma'ruf Amin Ingin Santri yang Lahir Gus Iwan, Apa Artinya?

Ma'ruf Amin Ingin Santri yang Lahir Gus Iwan, Apa Artinya?

Regional
Kata Ketua KPK soal Harun Masiku: Di Mana Pun Dia Pasti Akan Kita Cari dan Tangkap

Kata Ketua KPK soal Harun Masiku: Di Mana Pun Dia Pasti Akan Kita Cari dan Tangkap

Regional
Ketua KPK Firli Bahuri Minta Warga Tak Ragu Laporkan Keberadaan Harun Masiku

Ketua KPK Firli Bahuri Minta Warga Tak Ragu Laporkan Keberadaan Harun Masiku

Regional
Ini Alasan Hakim Vonis Pelajar Bunuh Begal dengan Pidana Pembinaan

Ini Alasan Hakim Vonis Pelajar Bunuh Begal dengan Pidana Pembinaan

Regional
Alun-alun Cianjur yang Diresmikan Presiden Jokowi Terendam Lumpur

Alun-alun Cianjur yang Diresmikan Presiden Jokowi Terendam Lumpur

Regional
Sultan Selaco Mengaku Pernah Gugat MK terkait Calon Presiden

Sultan Selaco Mengaku Pernah Gugat MK terkait Calon Presiden

Regional
Siswi SMP Diperkosa Ayah Tiri dan Tetangganya, Ini Pengakuan Pelaku

Siswi SMP Diperkosa Ayah Tiri dan Tetangganya, Ini Pengakuan Pelaku

Regional
Ma'ruf Amin Optimis Produk Karya Santri dan Pesantren Bisa Bersaing di Pasaran

Ma'ruf Amin Optimis Produk Karya Santri dan Pesantren Bisa Bersaing di Pasaran

Regional
Tedi Buka Suara soal Warisan Mendiang Istrinya, Lina Jubaedah

Tedi Buka Suara soal Warisan Mendiang Istrinya, Lina Jubaedah

Regional
Akibat Kasus Skimming, BNI Alami Kerugian hingga Rp 500 Juta

Akibat Kasus Skimming, BNI Alami Kerugian hingga Rp 500 Juta

Regional
Panitia Angket Duga Ada Pembangunan Proyek di Jember yang Melanggar Hukum

Panitia Angket Duga Ada Pembangunan Proyek di Jember yang Melanggar Hukum

Regional
Polisi Tangkap Tersangka Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli

Polisi Tangkap Tersangka Penipuan Investasi Arisan Online di Gunungsitoli

Regional
Diduga Penculik, Seorang Kakek Berseragam Hansip Gendong Balita, Kabur Saat Dipergoki

Diduga Penculik, Seorang Kakek Berseragam Hansip Gendong Balita, Kabur Saat Dipergoki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X