Kisah 7 Bocah di Bogor Tabung Uang Jajan 10 Bulan untuk Beli Sapi Kurban

Kompas.com - 23/07/2019, 09:59 WIB
Tujuh bocah asal Kampung Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menunjukkan bukti pembayaran seekor sapi seharga Rp 19,5 juta, Senin (22/7/2019). Mereka patungan sebesar Rp 5 ribu selama 10 bulan untuk bisa membeli sapi kurban di Idul Adha tahun ini. RAMDHAN TRIYADI BEMPAHTujuh bocah asal Kampung Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menunjukkan bukti pembayaran seekor sapi seharga Rp 19,5 juta, Senin (22/7/2019). Mereka patungan sebesar Rp 5 ribu selama 10 bulan untuk bisa membeli sapi kurban di Idul Adha tahun ini.

BOGOR. KOMPAS.com — Niat mulia dari Abu Bakar (13), Zhilal (11), Sauqi (11), Fauzan (11), Sukatma (12), Zalfa (12), dan Yudi (18) untuk kurban membuat mereka jadi teladan di kampung tempat tinggalnya di Kota Bogor.

Warga Kampung Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, menaruh bangga kepada ketujuh bocah itu atas cerminan teladan yang mereka contohkan.

Ketujuh bocah yang masih bersekolah itu mampu mewujudkan mimpi untuk berkurban di hari raya Idul Adha tahun ini.

Dari uang jajan Rp 5.000 yang ditabungnya selama 10 bulan, kini mereka mampu membeli seekor sapi seharga Rp 19,5 juta.

Baca juga: Sebelum Beli Hewan Kurban dari Daerah, Pedagang Diminta Perhatikan Hal Ini

Abu Bakar alias Iki bisa dibilang adalah bocah yang menginisiasi teman sepermainan di kampungnya itu untuk patungan membeli sapi kurban.

Ia juga yang setiap hari mengoordinasi tabungan kurban enam temannya.

Selepas pulang sekolah, anak terakhir dari delapan bersaudara ini selalu mencari rekan sepermainan untuk dimintai uang tabungan harian seperti yang telah disepakati.

Tidak ada niatan lain dari Iki dan enam teman lain itu selain ingin berbagi kepada sesama.

"Cuma mau berbagi ke sesama aja, khususnya warga di sini," kata Iki, saat ditemui Kompas.com, Senin (22/7/2019).

Iki bercerita sudah 10 bulan ia bersama-sama teman main itu menabung untuk membeli seekor sapi kurban.

Selain itu, mereka juga kompak menyisihkan sebagian uang dari hasil bayaran yang diterima sebagai grup marawis.

Iki juga kerap menyisihkan sebagian uang dari hasil membantu sang kakak berjualan bensin eceran di Pasar Anyar, Kota Bogor.

Rupiah demi rupiah pun mereka kumpulkan. Niatan untuk patungan membeli sapi kurban di tahun ini terwujud. Rasa bahagia dan senang pun terpancar dari raut wajah ketujuh bocah cilik ini.

"Udah dari 10 bulan yang lalu nabung dari uang jajan. Emang niat mau beli sapi buat kurban. Alhamdulillah, kebeli sapi. Belinya di daerah Dramaga," ucap Iki.

Baca juga: Pemkot Bekasi Bakal Periksa Kesehatan Hewan Kurban Pekan Depan

Rasa bangga dan haru ikut dirasakan orangtua mereka. Sati (54), orangtua Iki, pun berbagi kisahnya.

Sati mengaku bahagia dan bangga mengetahui anaknya bisa menabung untuk membeli hewan kurban.

Meski sempat ada keraguan di benaknya, Sati pun hanya dapat mengamini niat mulia anak bungsunya itu.

"Waktu itu saya tanya, kamu sanggup enggak? Dia bilang sanggup, nanti mau nyisihin uang jajan. Jujur, saya jarang kasih uang jajan ke dia," ungkap Sati.

Sati berharap niat tulus dari Iki dan teman-temannya menabung untuk hewan kurban dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang lain.

"Yang jelas senang, dia bisa (kurban) sendiri, alhamdulillah," tuturnya.

Perasaan serupa dirasakan Yani Haryani, orangtua dari Fauzan. Kebanggaan terhadap anak semata wayangnya itu tak dapat digambarkan dengan kata-kata.

Yani mengungkapkan, Fauzan sengaja menyisihkan uang jajan setiap hari untuk berkurban di Idul Adha tahun ini. Uang Rp 5.000 rutin ia kumpulkan bersama enam rekan sepermainan sepulang sekolah.

"Awalnya nabung biasa saja. Tapi tiba-tiba mereka ingin berkurban, dan sepakat mengubah tabungan ini menjadi tabungan kurban,” kata Yani.

Ketua RW setempat Ahmad Darmawan mengaku terkesan dengan niatan mulia dari ketujuh bocah polos tersebut.

Semula, Ahmad merasa ragu lantaran mereka masih seumur jagung. Tapi tak disangka, niatan mereka bisa terwujud.

Ketika itu, ujarnya, ia sempat bilang kepada anak-anak itu, jika tidak sanggup membeli sapi bisa diganti dengan membeli kambing.

“Saya tahu sejak setahun lalu. Awalnya sempat ragu, namanya juga anak-anak kan tahu sendiri. Walau ragu tetap kami dukung, kan niatnya positif,” tutur Ahmad.

Ahmad menyebut, ini baru pertama kali terjadi di kampungnya. Ia berharap keberhasilan mereka dapat dijadikan kisah inspirasi bagi orang lain, khususnya umat Muslim yang ingin berkurban.

"Tentu ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Anak-anak tersebut mengajarkan banyak hal kepada kita. Mereka yang masih kecil saja bisa, masa kita tidak," ujar dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Usai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Usai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

Regional
Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Regional
2020, Pesawat Jenis ATR Ditargetkan Bisa Mendarat di Bandara Ewer Asmat

2020, Pesawat Jenis ATR Ditargetkan Bisa Mendarat di Bandara Ewer Asmat

Regional
Soal Tamansari, Wali Kota Bandung: Dua Kali PTUN Kami Menang

Soal Tamansari, Wali Kota Bandung: Dua Kali PTUN Kami Menang

Regional
5 Fakta Ibu Tiri Panggang Tangan Anaknya di Atas Kompor, Sering Dipukuli Suami hingga Korban Jadi Pelampiasan

5 Fakta Ibu Tiri Panggang Tangan Anaknya di Atas Kompor, Sering Dipukuli Suami hingga Korban Jadi Pelampiasan

Regional
4 Fakta Banjir di Kampar, Ratusan Rumah Terendam hingga Warga Terserang Penyakit

4 Fakta Banjir di Kampar, Ratusan Rumah Terendam hingga Warga Terserang Penyakit

Regional
Ridwan Kamil: 90 Persen Warga Tamansari Dukung Penataan

Ridwan Kamil: 90 Persen Warga Tamansari Dukung Penataan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X