Edarkan Uang Palsu Rp 1,8 Miliar, 3 Pelaku Ditangkap

Kompas.com - 20/09/2018, 20:16 WIB
Ilustrasi: Polres Banyuwangi menyita sebanyak 30 lembar uang palsu Rp 100.000 dari kantong pengedar uang palsu, Selasa (22/1/2013). Kompas/Siwi Yunita CahyaningrumIlustrasi: Polres Banyuwangi menyita sebanyak 30 lembar uang palsu Rp 100.000 dari kantong pengedar uang palsu, Selasa (22/1/2013).

BOGOR, KOMPAS.com - Polresta Bogor Kota mengamankan tiga pengedar uang palsu. Ketiga pelaku, MU (48), HR (48) dan RA (49) ditangkap setelah polisi berpura-pura ingin membeli uang palsu di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Rabu (19/9/2018).

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya mengatakan, dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti uang palsu sebesar Rp 1,8 miliar.

"Kita sempat tabrak mobil pelaku karena berusaha kabur. Tiga orang kita amankan, satu lagi berhasil lolos," kata Ulung, Kamis (20/9/2018).

Ulung menambahkan, hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku mengedarkan uang palsu dengan cara menawarkan kepada calon pembeli dengan perbandingan satu uang asli dan dua uang palsu.

Baca juga: 2 Pria Ini Edarkan Uang Palsu hingga Rp 100 Juta ke Bandung, Bekasi, dan Garut

Untuk meyakinkan, sambungnya, mereka membawa sampel uang palsu untuk ditunjukkan kepada calon pembelinya.

" Uang palsu itu kualitasnya bagus, bisa lolos dari mesin ATM. Dijualnya, satu uang asli pecahan Rp 100.000 jadi uang palsu Rp 200.000," kata Ulung.

Adapun barang bukti yang turut diamankan berupa 1.800 lembar uang palsu dalam pecahan Rp 100.000.

Kemudian dua lembar koran uang palsu pecahan Rp 100.000 yang belum digunting, dan satu lembar koran uang palsu pecahan 1 Dolar Amerika yang belum digunting dengan jumlah 50 Dolar.

Baca juga: Hati-hati Uang Palsu Jelang Kampanye Pemilu 2019

Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal 36 Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Kita masih terus dalami, uang ini dari mana, percetakannya dimana, untuk apa, dan lainnya. Kita juga akan libatkan Bank Indonesia untuk memeriksa kualitas dari uang palsu ini," pungkasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

Regional
Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

Regional
Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

Regional
Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

Regional
Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

Regional
Gara-gara Tercebur di Tambak, Pria Ini Terungkap Habis Nyabu

Gara-gara Tercebur di Tambak, Pria Ini Terungkap Habis Nyabu

Regional
Bupati Pekalongan Jelaskan Penyebab Banjir di Empat Kecamatan Belum Juga Surut

Bupati Pekalongan Jelaskan Penyebab Banjir di Empat Kecamatan Belum Juga Surut

Regional
Bupati Batang Izinkan Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Gelar KBM Tatap Muka

Bupati Batang Izinkan Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Tergiur Setiap Hari Dapat Rp 50 Juta, Dua Pria Ini Nekat Jual Sabu

Tergiur Setiap Hari Dapat Rp 50 Juta, Dua Pria Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

Regional
Adik Kandung Wagub Maluku Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Speedboat

Adik Kandung Wagub Maluku Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Speedboat

Regional
Suami Istri Pemilik 16 Anak Menikah Umur 11 dan 12 Tahun, Awalnya Ingin Sepasang, Malah Keterusan

Suami Istri Pemilik 16 Anak Menikah Umur 11 dan 12 Tahun, Awalnya Ingin Sepasang, Malah Keterusan

Regional
Peneliti Unair: Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Terdamparnya 52 Ekor Paus di Madura

Peneliti Unair: Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Terdamparnya 52 Ekor Paus di Madura

Regional
BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dipenjara karena Pakai Uangnya

BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dipenjara karena Pakai Uangnya

Regional
Kasus Hilangnya Uang Tabungan, Bikin Nasabah BRI di Bojonegoro Cemas

Kasus Hilangnya Uang Tabungan, Bikin Nasabah BRI di Bojonegoro Cemas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X