Indonesia Hadapi Serangan Siber Jelang Pilkada Serentak dan Pilpres

Kompas.com - 13/03/2018, 20:47 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memberikan kuliah umum di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/3/2018). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memberikan kuliah umum di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/3/2018).

BOGOR, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengindikasikan adanya kemungkinan serangan siber yang dilakukan sekelompok orang untuk menyebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian dalam Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. 

Hadi mengatakan, TNI bersama Polri bertanggung jawab untuk mengantisipasi apabila ancaman-ancaman tersebut terjadi.

"Tahun ini akan diselenggarakan Pilkada serentak yang akan dilakukan di 171 daerah di seluruh Indonesia, serta tahapan Pilpres 2019. Tentunya hal ini akan menentukan stabilitas jalannya roda pemerintahan, baik di pusat maupun daerah," ucap Hadi, di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/3/2018).

Dirinya mengaku, sudah mengantisipasi munculnya serangan siber dengan mengontrol informasi-informasi yang berisi ujaran kebencian maupun berita hoaks. Ia menegaskan, bahwa soliditas antara TNI-Polri dalam mengawal Pilkada serentak saat ini tetap terjaga.

(Baca juga : Panglima TNI Nilai Perkembangan Dunia Siber Bisa Ciptakan Serigala Teror )

"Kalau TNI dan Polri sudah solid, pasti keamanan terjaga. Pesta demokrasi ini akan berjalan dengan tenang," tutur Hadi.

Dalam militer, sambung dia, dunia siber sekarang sudah menjadi hal yang sangat vital dan merupakan salah satu domain dalam operasi militer (cyber space domain).

Hal yang unik dari cyber space domain itu, sebut dia, bahwa peperangan moderen saat ini tergantung dari kesuksesan menguasai teknologi.

"Jika dulu penguasaan wilayah secara fisik sebagai yang utama, maka dalam nuansa kekinian, itu lebih kepada virtual yaitu penguasaan dan pengelolaan terhadap wilayah dunia maya," tutur dia.

Sementara itu Rektor Universitas Pertahanan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto mengatakan, jajarannya akan bersinergi untuk menghasilkan lulusan-lulusan mahasiswa yang ahli dalam dunia IT.

(Baca juga : Densus 88 Akui Sulit Tangkal Radikalisme di Dunia Siber )

Hal itu, untuk menunjang skill dan kemampuan mahasiswa Unhan dalam penanganan serangan siber.

"Kedatangan Panglima TNI juga sekaligus kita ingin mengetahui kebijakan TNI di dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah. Beliau tadi juga menyampaikan dukungan strategisnya, khususnya ancaman di dunia maya," pungkas Yoedhi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X